Sabtu, 16 Februari 2019

Bidik Medali Olimpiade 2020, Panahan Akan Pelatnas Penuh di Korsel

"Kemenpora setuju kita akan adakan dua Pelatnas. Karena ini tak hanya mengenai SEA Games 2019, tapi Olimpiade 2020."

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Bidik Medali Olimpiade 2020, Panahan Akan Pelatnas Penuh di Korsel
Sekjen PP Perpani, Rizal Bernadi, usai acara pelantikan pengurus baru PP Perpani di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) terus menggeber persiapan Pelatnas menuju SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020 Tokyo.

Selepas menggelar seleksi nasional (seleknas) pada 26-28 Januari lalu, PP Perpani kini telah mendapatkan 24 atlet yang siap menjalani pemusatan latihan di Jakarta, pada awal Maret 2019 mendatang.

Sekjen PP Perpani, Rizal Bernadi menyebut bahwa program Pelatnas panahan akan dibagi menjadi dua fokus, yakni SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020 Tokyo.

"Kemenpora setuju kita akan adakan dua Pelatnas. Karena ini tak hanya mengenai SEA Games 2019, tapi juga Olimpiade 2020," ujar Rizal Bernadi usai acara pelantikan pengurus baru PP Perpani di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Khusus untuk Olimpiade 2020, Rizal menyebut Perpani ingin belajar dari kesalahan di Asian Games 2018.

Sebagaimana diketahui saat itu mereka gagal meraih medali emas meski level kejuaraan masih ditingkat Asia.

Kali ini, sebagai salah satu cabang olahraga yang diprioritaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Perpani dikatakan Rizal akan segera berbenah.

Demi membidik raihan medali, para atlet yang nantinya diprioritaskan menuju Olimpiade 2020 akan mendapat gemblengan ekstra.

Mereka, kata Rizal, direncanakan bakal menjalani training camp (TC) penuh ke Korea Selatan hingga perhelatan multievent terbesar di dunia itu dimulai.

"Kami mendapat tawaran dari Kemenpora agar bisa menggapai medali Olimpiade 2020 itu dengan mengirim atlet training camp (TC) full sampai Olimpiade nanti. Atletnya dua sampai tiga orang. Itu akan kita tindak lanjuti," ujar Rizal.

"Artinya atlet akan terus menggelar pemusatan latihan full hingga 2020 nanti. Kemungkinan TC-nya di Korea (Selatan)," imbuhnya.

Terkait pemilihan Korsel , Perpani memiliki pertimbangan tersendiri.

Menurut Rizal, Indonesia bisa belajar banyak dari Negeri Gingseng karena mereka adalah salah satu negara dengan sistem dan presatsi olahraga panahan terbaik di dunia.

"Atlet terbaik, sistemnya itu ada di Korea (Selatan). Kami juga ada kerjasama dengan Korea. Itu akan kami manfaatkan," tukasnya.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini