Postur Kendal L. Yancy Dipertanyakan, Stapac Balik Serang Pelita Jaya

Masuk kategori small man, postur Kendal L. Yancy sudah diukur IBL dan memenuhi syarat.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Postur Kendal L. Yancy Dipertanyakan, Stapac Balik Serang Pelita Jaya
Legiun asing Stapac Jakarta, Kendal L. Yancy (kiri), mencoba melewati hadangan pebasket Pasific Caesar Surabaya, Ananda Caesar (kanan), dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2018-2019 di GOR Pasific, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019) [ANTARA/Moch Asim].

Suara.com - Asisten pelatih Stapac Jakarta, Antonius Ferry Rinaldo balik menyerang kubu Pelita Jaya Basketball yang mencurigai tinggi pemain asingnya, Kendal L. Yancy melanggar aturan regulasi Indonesia Basketball League (IBL).

Sebagaimana diketahui, Pelita Jaya melayangkan surat resmi kepada pihak IBL untuk mengusut tinggi badan Kendal L. Yancy. Klub yang dinahkodai Fictor Gideon Roring ini berspekulasi bahwa postur Kendal melampaui 188 cm yang menjadi batas maksimal pemain impor bertipe small man.

Menanggapi surat itu, Antonius Ferry Rinaldo balik mempertanyakan tinggi badan mantan pemain asing Pelita Jaya yakni Wayne Bradford. Pemain yang harus hengkang dari Pelita Jaya akibat cedera ini, dinilai Antonius Ferry Rinaldo memiliki tinggi badan lebih dari 188 cm.

"Saya secara pribadi juga meragukan tinggi badan Wayne Bradford. Menurut saya, di atas 188 cm," ujar Antonius Ferry Rinaldo, saat dihubungi jurnalis, Senin (11/2/2019).

"Namun, saya tidak memprotes dia untuk diukur ulang. Waktu tahun lalu kami kalah dari Pelita, fine saja, bukan?" imbuhnya.

Antonius Ferry Rinaldo menegaskan jika Kendal L. Yancy bermain untuk Stapac Jakarta sudah dengan prosedur yang sesuai. Pihak IBL juga disebutnya telah mengukur ulang tinggi badan pebasket Amerika Serikat itu, dan hasilnya lolos.

"Bagaimana ya, kalau menurut saya, jangan hanya karena mereka (Pelita Jaya) kalah dari kami (di seri ketujuh IBL, Minggu, 10/2/2019) tiba-tiba mengkambinghitamkan kami," ujar Antonius Ferry Rinaldo.

"Kan tidak masuk akal. Kalau mau, di awal protesnya. Tim yang lain juga, kalau misalnya kami kalah, ya sudah kami terima kekalahannya, tidak kami protes juga," tandasnya.

Persoalan postur pemain asing bertipe small man saat ini memang tengah memanas  di IBL. Hal itu menyusul pencoretan pemain asing baru Hangtuah, Brysean Perine Bryquis, yang dinilai melanggar regulasi tadi.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini