Jadi Andalan ke Olimpiade 2020, Hafiz / Gloria Bagai Dua Sisi Mata Uang

"Target saya kan main bulutangkis adalah pasti ingin ke Olimpiade," kata Hafiz.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Jadi Andalan ke Olimpiade 2020, Hafiz / Gloria Bagai Dua Sisi Mata Uang
Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, saat menghadapi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, di laga perdana Grup B BWF World Tour Finals 2018, Rabu (12/12/2018). [Humas PBSI]

Suara.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, mengaku terpacu saat diberi mandat sebagai salah satu ujung tombak ganda campuran Indonesia.

Mereka ingin memaksimalkan kepercayaan itu untuk bisa lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Sebagaimana diketahui, sektor ganda campuran Indonesia baru saja ditinggal Liliyana Natsir yang memutuskan pensiun usai gelaran Indonesia Masters 2019, akhir Januari lalu.

Hal itu membuat Indonesia harus kehilangan pasangan ganda campuran andalannya pada diri Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad.

Richard Mainaky selaku kepala pelatih sektor ganda campuran Pelatnas PBSI bergerak cepat.

Ia memilih Hafiz/Gloria dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sebagai dua pilar penerus kedigdayaan Tontowi/Liliyana.

Hafiz mengakui mandat itu bagai dua sisi mata uang. Disatu sisi senang dipercaya sebagai ujung tombak ganda campuran Indonesia. Di sisi lain kadang merasa terbebani.

"Ya ini motivasi juga sekaligus memang ada beban karena untuk jadi tulang punggung sektor ganda campuran tak mudah. Tapi, saya sambil berjalan menikmati prosesnya saja, ingin maksimalkan saja," ujar Hafiz Faisal kepada Suara.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat merasa terbeban, Hafiz mengatakan selalu ingat tujuan awal dirinya terjun ke dunia bulutangkis.

Sejak kecil, atlet kelahiran Jakarta itu bercita-cita untuk membela Indonesia di pentas Olimpiade.

"Target saya kan main bulutangkis adalah pasti ingin ke Olimpiade. Ya otomatis saya ingin maksimalkan kesempatan ini," papar Hafiz.

Demi bisa mengemban tugas sebagai garda terdepan sektor ganda campuran Merah Putih. Hafiz mengaku masih sering berkonsultasi dengan seniornya, Tontowi Ahmad.

Menurutnya penting untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman.

"Ya kalau habis latihan kadang saya suka ngobrol sama mas Owi—sapaan akrab Tontowi. Sering sharing seperti itu," tukasnya.

Hafiz/Gloria sendiri saat ini tengah berada di Birmingham, Inggris, untuk mengikuti kompetisi akbar All England 2019.

Keduanya akan menghadapi kompatriotnya sendiri, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di babak pertama All England Open 2019 yang akan berlangsung hari ini, Rabu (6/3/2019).

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini