GP Belanda Kembali Masuk Kalender F1, Max Verstappen Gembira

Max Verstappen bernostalgia saat ia bertarung sebelum masuk jajaran driver F1.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
GP Belanda Kembali Masuk Kalender F1, Max Verstappen Gembira
Max Verstappen bersama jet daratnya dalam acara Jumbo Racing days Driven by Max Verstappen, di Sirkuit Zandvoort, Belanda (20/5/2018) [Shutterstock].

Suara.com - Formula 1 (F1) telah mengkonfirmasi jika Grand Prix (GP) Belanda akan masuk kalender balap untuk musim 2020, menggunakan Sirkuit Zandvoort sebagai venue digelarnya balapan. Sebagai driver yang bertarung di pentas jet darat di bawah bendera Kerajaan Belanda, Max Verstappen adalah salah seorang yang paling bahagia mendengar kabar ini.

Ia sendiri lahir di Hasselt, Belgia—yang secara geografis berada di bagian selatan wilayah Kerajaan Belanda, sehingga kedua negara berbagi budaya, dengan  kota-kota sekitar perbatasan Belgia-Belanda dijuluki Flemish atau Vlaams city—dan saat menjalani debut di ajang F1 memilih menggunakan lisensi Belanda mengikuti jejak sang ayah, Jos Verstappen, mantan driver F1 asal Belanda.

Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen. [AFP/Greg Baker]
Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen [AFP/Greg Baker]

Max Verstappen yang membela panji Red Bull Racing di gelaran F1 mengaku tak sabar untuk menjajal balapan di Sikruit Zandvoort, yang kali terakhir disambanginya saat masih berkompetisi di ajang Formula 3 (F3).

"Ini adalah sirkuit yang ikonik, penuh sejarah," kata lajang yang beribukan seorang pebalap pula, seperti dilansir Crash, Rabu (15/5/2019).

"Saya pernah membalap di sana saat masih di F3, dan sangat menyenangkan. Saya membandingkan sirkuit ini dengan Suzuka, karena keduanya didesain oleh orang yang sama," sambungnya.

Max Verstappen sendiri secara tak langsung menjadi elemen penting dalam kembalinya GP Belanda yang kali terakhir masuk kalender F1 pada 1985. Popularitasnya di Belanda sejak ia menjalani debut F1 pada 2015 cukup luar biasa.

Lebih jauh, pebalap 21 tahun ini memprediksi balapan di Sirkuit Zandvoort tahun depan akan sangat menarik. Pasalnya, karakteristik lintasan Zandvoort cukup klasik dibandingkan dengan F1 masa kini yang menggunakan mesin modern.

"Lintasan ini sebenarnya cukup menantang karena Anda akan menemui sudut berbelok, beberapa di antaranya sangat sempit, dan tak ada run-off atau area penyelamatan," tukasnya.

"Sungguh, benar-benar sangat keren, dan tanpa run-off, sulit untuk mencapai batas," tandas Max Verstappen.

Dilansir dari laman resmi Formula 1, pihak F1 dan GP Belanda—mitra yang dibentuk SportVibes, TIG Sports dan Sirkuit Zandvoort—menjalin kontrak setidaknya selama tiga tahun ke depan.

GP Belanda sendiri rencananya bakal menggantikan GP Spanyol sebagai seri pembuka zona Eropa setiap musimnya. Hal itu diperkuat dengan belum menentunya kontrak GP Spanyol yang akan berakhir musim ini.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini