Peringatkan Hafiz / Gloria, Pitha: Senior Tak Harus Selalu Menang

Pertemuan di babak pertama Indonesia Open 2019 jadi perjumpaan kedua Rinov/Pitha dengan Hafiz/Gloria.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Peringatkan Hafiz / Gloria, Pitha: Senior Tak Harus Selalu Menang
Pasangan ganda campuran Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, melaju ke babak kedua Malaysia Open 2019 usai menaklukkan senior mereka di Pelatnas PBSI, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Rabu (3/4/2019). [Humas PBSI]

Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Pitha Haningtyas Mentari mulai menebar perang urat syaraf terhadap calon lawannya di Indonesia Open 2019.

Di babak pertama Indonesia Open 2019, Pitha yang berpasangan dengan Rinov Rivaldy akan menghadapi pasangan senior di Pelatnas PBSI, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

"Kak Richard (Mainaky, pelatih ganda campuran PBSI) tak pernah bilang bahwa sebagai junior kami harus mengalah atau apa. Tapi ini disebutnya jadi kesempatan kami mengukur kemampuan," ujar Pitha ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja gagal sumbang poin untuk Tim Indonesia di laga penyisihan Grup 1B Sudirman Cup 2019. Hafiz/Gloria yang turun di partai pertama takluk dari pasangan Mathias Christiansen/Sara Thygesen (Denmark), Rabu (22/5/2019). [Humas PBSI]
Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja gagal sumbang poin untuk Tim Indonesia di laga penyisihan Grup 1B Sudirman Cup 2019. Hafiz/Gloria yang turun di partai pertama takluk dari pasangan Mathias Christiansen/Sara Thygesen (Denmark), Rabu (22/5). [Humas PBSI]

"Dalam arti kami harus bisa membuktikan bahwa tidak mutlak junior pasti kalah dan senior selalu menang. Jadi kami akan melakukan yang terbaik," sambungnya.

Laga ini merupakan perjumpaan kedua antara Rinov/Pitha dan Hafiz/Gloria.

Di pertemuan pertama, pasangan junior itu harus menelan kekalahan dengan skor telak 7-21 dan 11-21 di Singapore Open 2019.

Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Pitha Haningtyas Mentari ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Pitha Haningtyas Mentari ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]

Meski kalah secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan, Pitha pantang menyerah. Pebulutangkis 20 tahun itu menilai kans mengalahkan Hafiz/Gloria masih cukup terbuka.

"Ya mungkin hasil undian agak kurang baik. Kurang beruntung bagi kami. Namun, ini bisa menjadi tolok ukur kemampuan kami sampai di mana," jelas Pitha.

"Kemarin kami memang kalah jauh, tapi kali ini kami ingin improve. Menang atau kalah itu urusan belakangan, tapi kami berusaha memberikan yang terbaik dulu," pungkasnya.

Indonesia Open 2019 akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juli mendatang. Turnamen yang memperebutkan total hadiah 1,25 juta dolar AS (sekitar Rp 17,6 miliar) itu akan menjadi ajang pengumpul poin kualifikasi menuju Olimpiade 2020.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini