Indonesia Open 2019: Usai Digenjot Fisik, Greysia Cs Berendam di Air Es

Berendam air es dilakukan tiap pemain ganda putri selama 30 detik usai latihan fisik jelang Indonesia Open 2019.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah
Indonesia Open 2019: Usai Digenjot Fisik, Greysia Cs Berendam di Air Es
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu, berendam di air es untuk memulihkan kondisi otot usai latihan fisik yang berat jelang Indonesia Open 2019. [Humas PBSI]

Suara.com - Empat hari jelang Indonesia Open 2019, para pebulutangkis terbaik Indonesia terus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tak kalah penting dari persiapan teknik, persiapan fisik juga punya peranan besar bagi atlet.

Seperti yang dijalani skuat ganda putri Pelatnas PBSI. Untuk menjaga kondisi fisik, Greysia Polii cs diberi menu latihan berupa lari di jogging track dan angkat beban di gym.

Guna memperbaiki kondisi otot para pemain setelah menjalani latihan berat dalam sebulan terakhir, mereka pun berendam dengan air es.

"Para atlet kan sudah menjalani latihan fisik yang berat sekali, mereka butuh recovery," kata Ary Subarkah, pelatih fisik tim ganda putri, dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (12/7/2019).

"Persiapan jelang Indonesia Open sudah sebulan lebih dan sangat melelahkan, banyak terjadi inflamasi pada otot. Berendam air es bisa membantu recovery dan membuat robekan ototnya merapat kembali," sambungnya.

Berendam air es dilakukan tiap pemain ganda putri selama 30 detik, mereka harus merendam seluruh tubuh hingga ke leher.

Ini diulang sebanyak delapan hingga sepuluh kali. Setelah berendam air es, mereka harus menyiram tubuh dengan air suhu normal.

Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, menang atas wakil Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, di laga kedua penyisihan Grup 1B Piala Sudirman 2019, Rabu (22/5). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, menang atas wakil Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, di laga kedua penyisihan Grup 1B Piala Sudirman 2019, Rabu (22/5). [Humas PBSI]

Selain berendam air es, atlet juga bisa melakukan recovery dengan pijat (massage), kompres bagian-bagian tertentu dengan es, serta contrass bath yaitu berendam di air es dan air hangat secara bergantian.

"Sebetulnya bisa juga berendam di air es langsung ke air hangat, tapi teknik seperti ini (rendam air es saja tanpa air hangat) juga ada," papar Ary.

Dituturkan Ary, program recovery sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Intensitas dan frekuensi program disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.

"Recovery itu ada indeksnya, ada hitungannya sendiri," jelas Ary.

Setelah recovery otot tubuh, para atlet juga akan diprogramkan persiapan nutrisi lewat makanan untuk memaksimalkan kondisi tubuh jelang turnamen.

"Habis ini harus makan makanan berprotein tinggi dan carbo loading. Setelah latihan berat, recovery dan relaksasi, lalu tubuh disuplai nutrisi, sehingga siap menghadapi turnamen," tutur Ary.

Program recovery pun akan tetap berjalan selama turnamen Indonesia Open 2019 berlangsung pada 16-21 Juli mendatang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini