Indonesia Open 2019 Turut Promosikan AirBadminton

"AirBadminton sudah dipromosikan sejak tahun lalu di China. Sekarang di Indonesia Open. Ini BWF yang kembangkan."

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Indonesia Open 2019 Turut Promosikan AirBadminton
Penonton Indonesia Open 2019 mencoba sensasi bermain cabang olahraga bulutangkis jenis baru yang dinamakan AirBadminton di lantai dua Istora Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) telah meluncurkan arena pertandingan bulutangkis outdoor pada pertengahan Mei 2019 lalu. Olahraga yang diberi nama AirBadminton itu turut dipromosikan pada ajang Indonesia Open 2019.

Lapangan khusus AirBadminton ini disiapkan di lantai dua Istora Senayan, Jakarta. Para pengunjung dipersilakan untuk merasakan sensasi bermain bulutangkis di luar lapangan.

Berbeda dengan bulutangkis pada umumnya, AirBadminton menggunakan shuttlecock yang terbuat dari karet yang disebut dengan nama AirShuttle.

Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2019, Achamd Budiharto menjelaskan, kehadiran AirBadminton di Istora Senayan merupakan langkah yang digagas BWF.

BWF ingin Indonesia Open 2019 turut mempromosikan cabang olahraga bulutangkis jenis baru yang telah dikembangkan dalam lima tahun terakhir tersebut.

"AirBadminton sudah dipromosikan sejak tahun lalu di China. Sekarang di Indonesia Open. Ini BWF yang kembangkan," ungkap Budiharto yang juga menjabat Sekjen PP PBSI, Kamis (18/7/2019).

"Ini memang sedang dikembangkan. Kita kembangkan metode baru agar bulutangkis makin luas dan variatif dalam segala kondisi," sambungnya.

Ketua Pelaksana Indonesia Open 2019 yang juga Sekjen PBSI, Achmad Budiharto, ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Ketua Pelaksana Indonesia Open 2019 yang juga Sekjen PBSI, Achmad Budiharto, ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Dilansir dari lama resmi BWF, AirBadminton diresmikan secara langsung oleh Presiden BWF Poul-Erik Hoyer.

"Ini masih dikembangkan. Untuk menjadi cabang olahraga, AirBadminton masih membutuhkan proses," pungkas Budiharto.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini