Pelari Jepang Ikut Situ Gunung Trail Run untuk Uji Kemampuan

SGTR 2019 turut menyuguhkan salah satu lokasi atau fitur menarik.

Suara.Com
Yazir Farouk | Arief Apriadi
Pelari Jepang Ikut Situ Gunung Trail Run untuk Uji Kemampuan
Peserta lari Situ Gunung Trail Run 2019 asal Jepang, Mariko Murata (45) dan Akohide Ando (44) usai lomba di kawasan obyek wisata Situ Gunung, Sukabumi, Minggu (25/8/2019) [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Gelaran lari Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 tak hanya menjadi ajang rekreasi olahraga. Bagi sebagian peserta, ajang lari lintas alam ini dipandang sebagai medan laga menguji kemampuan yang telah diasah sebelumnya.

Salah satu peserta yang menjadikan SGTR 2019 sebagai ajang uji kemampuan adalah Mariko Murata, perempuan 45 tahun asal Jepang yang dalam empat tahun terakhir tinggal di Jakarta.

Sebelum mengikuti ajang Situ Gunung Trail Run 2019, Murata mengaku memang sering mengikuti lomba lari di berbagai kawasan Indonesia, seperti Sudirman Run.

Demi menjaga kondisi tubuh, dia dan rekannya Akohide Ando (44) rutin berlatih lari half marathon dengan jarak sekitar 30 kilometer di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Lorenso Sutanto menggendong anaknya saat mengikuti lomba lari Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 di Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8). [Suara.com/Arya Manggala]
Lorenso Sutanto menggendong anaknya saat mengikuti lomba lari Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 di Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8). [Suara.com/Arya Manggala]

"Kami sering latihan di Sentul setiap hari Minggu. Jadi kami tertarik uji kemampuan di sini," kata Mariko Murata usai lomba di kawasan obyek wisata Situ Gunung, Sukabumi, Minggu (25/8/2019).

"Saya sering lari di sentul dengan jarak 20 sampai 30 kilometer. Kami berdua memang hobi berlari. Kami pernah ikut Sudirman Run juga," ujarnya lagi.

Ucapan Murata yang menjadikan Situ Gunung Trail Run 2019 sebagai ajang uji kemampuan nyatanya bukan omong kosong. Baik dirinya maupun Ando, masing-masing sukses meraih podium.

Lorenso Sutanto menggendong anaknya saat mengikuti lomba lari Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 di Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8). [Suara.com/Arya Manggala]
Lorenso Sutanto menggendong anaknya saat mengikuti lomba lari Situ Gunung Trail Run (SGTR) 2019 di Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Murata meraih podium juara di kategori 21K nomor women masters dengan catatan waktu 2 jam 57,50 menit. Sementara Ando menduduki podium ketiga kategori 21K nomor man master.

"Situ Gunung Trail Run 2019 sangat mengasyikan, sangat bagus. Lintasannya juga sangat bagus, kondisinya oke. Lintasan ini untuk kami juga tak terlalu sulit. Jadi enjoy saja," katanya.

Sebagaimana diketahui lomba lari Situ Gunung Trail Run 2019 memperlombakan tiga kategori lintas alam yakni keluarga 5K, 10K, dan 21K. Khusus 10K dan 21K, terdapat empat nomor yakni Men Open, Men Master, Women Open, dan Women Master.

Berbeda dengan event-event lari kebanyakan, SGTR 2019 dipastikan memberi nuansa sekaligus tantangan tersendiri bagi para peserta lari.

Tempat perlombaan yang berlangsung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) membuat SGTR 2019 menawarkan bentang alam khas dari mulai bukit, pepohonan rimbun, dan kawasan perkemahan.

Tak hanya itu saja, SGTR 2019 turut menyuguhkan salah satu lokasi atau fitur menarik dan terkenal yang menjadi obyek wisata di kawasan Sukabumi yakni jembatan gantung terpanjang, Situgunung Suspension Bridge.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini