Audisi PB Djarum Berhenti, Wiranto: Efek Terpuruknya Lima Tahun Lagi

Wiranto mengatakan bahwa polemik antara PB Djarum dan KPAI seharusnya bisa diselesaikan lewat diskusi.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Audisi PB Djarum Berhenti, Wiranto: Efek Terpuruknya Lima Tahun Lagi
Ketua Umum PBSI Wiranto mengalungkan bunga kepada Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (27/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Ketua Umum PP PBSI Wiranto menyayangkan polemik yang tengah terjadi dalam perbulutangkisan nasional antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Seperti diketahui, PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bibit bulutangkis yang telah bergulir sejak 2006 pada 2020 mendatang.

Hal itu menyusul tudingan KPAI yang menyebut kegiatan audisi itu terindikasi sebagai eksploitasi anak terselubung.

Penyematan brand image Djarum di kaos masing-masing peserta audisi, dianggap KPAI sebagai upaya promosi produk rokok yang menggunakan tubuh anak sebagai wadahnya.

Wiranto mengatakan bahwa polemik tersebut seharusnya bisa diselesaikan lewat diskusi.

Sejumlah peserta mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria]
Sejumlah peserta mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Pasalnya, jelas Wiranto, bila proses pembibitan terganggu, efek buruknya tak instan, dan baru terasa beberapa tahun kemudian.

"Secepatnya ini segera akan kita selesaikan. Satu-satunya harapan kita untuk kehormatan bangsa adalah bulutangkis. Kalau diganggu soal pembibitan, sekarang belum terasa tapi lima tahun lagi kita akan terpuruk," ujar Wiranto di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

"Maka saya sedih sekali dalam rangka pembinaan pun kemarin Djarum ada masalah dengan KPAI. Yang urusannya menyangkut ekspolitasi anak-anak. Harusnya bisa selesai dengan diskusi. Tak perlu muncul ke ruang publik," sambungnya.

Lebih jauh, Wiranto menegaskan bahwa cabang olahraga bulutangkis seharusnya bisa mendapat dukungan besar.

Ketua Umum PBSI Wiranto di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Ketua Umum PBSI Wiranto di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/9/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Lantaran, sejak dahulu bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu memberikan banyak kebanggaan di level internasional.

"Kita sadar semua negara punya kebanggaan. Dan itu macam-macam, bisa ekonomi. Salah satu yang pasti adalah prestasi olahraga, itu akan dikaui negara-negara. Dan semua negara-negara melakukan itu," tutur Wiranto.

"Dan Indonesia juga lakukan itu. Dari dulu yang menonjol itu sepakbola dan bulutangkis. Kita sadar sepakbola masih banyak masalah."

"Tapi bulutangkis konsisten dari tahun-tahun sebelumnya. Bagian dari kehormatan bangsa berupa juara-juara dunia. Dan ini tak bisa ingkari, kita harap itu bisa terus dipertahankan," pungkas Wiranto.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini