Draft Pemangkasan Cabor PON 2020 Sudah di Tangan, Kapan Diketok Palu?

PB PON telah mengusulkan pemangkasan 10 cabor, meski keputusan akhir ada di tangan pemerintah pusat.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Draft Pemangkasan Cabor PON 2020 Sudah di Tangan, Kapan Diketok Palu?
Presiden Joko Widodo (Jokowi/tengah) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas terkait persiapan penyelenggaraan PON 2020 dan Peparnas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/8/2019). [Antara/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno mengatakan, bahwa draft pemangkasan cabang olahraga untuk PON 2020 Papua sudah dalam genggaman pemerintah.

Meski begitu, Suwarno tak bisa memastikan kapan persetujuan atau ketok palu terkait pemangkasan cabor itu dilakukan.

KONI disebutnya akan mengikuti arahan pemerintah dalam hal ini Kemenpora.

"Dari hasil rapat kan 37 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Nanti tergantung pak Menteri (Imam Nahrawi) bagaimana, KONI akan menyesuaikan," ujar Suwarno saat dihubungi Suara.com, Selasa (17/9/2019).

Suwarno menjelaskan bahwa pemerintah memberi batas waktu proses pemangkasan cabor PON 2020 sudah harus selesai pada akhir September 2019, meski dia berharap bisa dilakukan lebih cepat.

"Sampai saat ini belum selesai. Mudah-mudahan segera. Ini bagaimana keputusan pemerintah saja," tutur Suwarno.

Dihubungi terpisah, Plt Kadispora Papua, Alexander K.Y. Kapisa turut mengungkapkan hal senada.

Menurutnya, pihak PB PON telah mengusulkan pemangkasan 10 cabor, meski keputusan akhir ada di tangan pemerintah pusat.

"Ya itu tawaran dan usulan dari Papua, yang kita pikir harus dibicarakan lagi oleh Kemenpora dan KONI," ujar Alexander.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto (kiri) bersama Plt Kadispora Papua Alexander Kapisa (kanan) dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Yuni Poerwanti usai menggelar rapat pembahasan penyediaan peralatan PON 2020 di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (22/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto (kiri) bersama Plt Kadispora Papua Alexander Kapisa (kanan) dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Yuni Poerwanti usai menggelar rapat pembahasan penyediaan peralatan PON 2020 di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (22/8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi usai rapat dengan Komisi X DPR RI, di Gedung DPR RI, Senin (16/9/2019), menjelaskan bahwa proses pemangkasan cabor tengah digodok.

Menurut Imam, saat ini yang paling penting adalah menyesuaikan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan dengan kesanggupan PB PON.

Dalam hal ini terkait pengadaan venue yang hingga kini masih terus dikerjakan.

"Meskipun kita ngotot, cabor-cabor ngotot, tapi kalau PB PON mengatakan kami tak punya venue, tentu kita harus menyesuaikannya (jumlah cabor yang akan dipertandingkan)," tuturnya.

"Sampai sekarang kami masih mendalami, mendiskusikan dengan berbagai macam unsur mulai dari Pemprov maupun PB PON, KONI ataupun cabor-cabor. Pada saatnya pasti ini akan dilaporkan di rapat kabinet perihal berapa cabor yang ditiadakan," pungkas Menpora Imam Nahrawi.

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan memangkas cabor yang dipertandingkan di PON 2020 dari sebelumnya 47 menjadi 37 cabor.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini