Studi: Saat Diomeli, Otak Remaja 'Stop Bekerja'

Remaja akan mematikan proses sosial dalam otak.

Suara.Com
Liberty Jemadu
Studi: Saat Diomeli, Otak Remaja 'Stop Bekerja'
Ilustrasi orang tua memarahi anak remaja (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah penelitian para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan bahwa aktivitas otak remaja akan menurun drastis ketika mendengar omelan ibu mereka.

Studi yang digelar para peneliti dari Universitas Harvard, Berkeley, dan Pittsburgh itu menemukan bahwa "remaja akan mematikan proses sosial dalam otak dan ada kemungkinan tidak menghiraukan situasi mental orang tua mereka"

Dalam studi itu para ilmuwan meneliti aktivitas otak 34 remaja. Para remaja itu diminta mendengarkan rekaman suara omelan ibu mereka selama 30 detik, sementara para peneliti memindai otak mereka.

Hasilnya ditemukan bahwa saat mendengar kritikan orang tua terlihat ada aktivitas lebih bagian otak yang berkaitan dengan emosi negatif, tetapi hanya sedikit aktivitas pada bagian orang yang berkaitan dengan kendali emosi dan empati.

"Orang tua sebaiknya memahammi bahwa ketika dikritik anak-anak usia remaja justru akan merasakan emosi negatif, kesulitan mengendalikan emosi tersebut, dan akan sukar memahami kondisi mental orang tua mereka," simpul para ilmuwan.

Adapun penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Social Cognitive and Affective Neuroscience edisi Oktober 2014.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini