Alexa
Senin, 23 Oktober 2017

Nyaris Punah, Afrika Selatan Bakal Relokasi Badak Hitam ke Chad

Ada enam ekor badak hitam yang akan direlokasi ke Chad.

Suara.Com
Ririn Indriani
Badak hitam di Afrika. (Shutterstock)
Badak hitam di Afrika. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup Afrika Selatan (Afsel) akan merelokasi enam ekor badak hitam yang hampir punah ke Chad tempat hewan itu diburu secara liar.

Bila eksperimen itu berhasil, maka negara Afrika tengah itu akan menjadi tuan rumah populasi badak hitam di Afrika. Hal ini akan memuluskan jalan bagi spesies-spesies itu untuk diperkenalkan ke bagian-bagian lain dari bekas wilayahnya di benua Afrika. Perburuan liar telah menyebabkan populasi hewan itu hampir punah.

"Satu tim ahli dari Afrika Selatan akan mengunjungi Chad untuk menilai habitat, keamanan dan pengelolaan lestari dan juga kesiapan prasarana sebelum relokasi hewan tersebut," demikian pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup Afrika Selatan di Pretoria.

Namun tanggal untuk relokasi badak hitam tersebut belum ditetapkan. Destinasi badak itu ialah Taman Nasional Zakouma di tenggara Chad, negara produsen minyak tapi miskin.

Zakouma yang terletak di sebelah selatan Gurun Sahara, merupakan rumah bagi pemulihan populasi gajah dari beberapa ratus dan dikelola oleh African Parks Foundation, sebuah NGO yang melakukan kegiatan konservasi.

Afrika memiliki spesies badak putih dan badak hitam. Jumlah populasi badak putih lebih besar dan banyak.

Sejak awal 1970-an badak-badak hitam telah sangat jarang terlihat di Chad dan spesies-spesies itu telah dimusnahkan dari banyak kawasan aslinya akibat perburuan ilegal yang terus berlangsung.

Jumlah badak yang diburu secara ilegal untuk diambil culanya di Afrika Selatan turun 10 persen pada tahun 2016 jadi 1.054. Hal itu merupakan penurunan kedua kali, menurut data pemerintah. Tetapi konservasionis mengatakan levelnya masih mengkhawatirkan. (Antara/Reuters)

Terpopuler

Terkini