Alexa
Senin, 23 Oktober 2017

YouTube Blokir Video Modifikasi Senjata Pascatragedi Las Vegas

YouTube memblokir video modifikasi senajata pascatragedi di Las Vegas.

Suara.Com
Chaerunnisa | Aditya Gema Pratomo
Logo YouTube. [Shutterstock]
Logo YouTube. [Shutterstock]

Suara.com - Pascatragedi penembakan Las Vegas yang menewaskan lebih dari 50 orang, YouTube memutuskan untuk melarang video tutorial modifikasi senjata. Video yang dilarang termasuk instruksi untuk memodifikasi senapan semi otomatis, sebuah taktik yang digunakan tersangka penembakan Las Vegas.

Perwakilan YouTube mengatakan, mereka telah menurunkan beberapa video tutorial yang menampilkan bump stock, sebuah alat yang dapat membuat senjata memuntahkan peluru lebih cepat.

"Setelah tragedi di Las Vegas, kami kini mengawasi video yang menunjukkan bagaimana cara mengubah senjata api agar api lebih cepat, dan kami memperluas kebijakan kami untuk melarang video sejenis ini," ungkap juru bicara YouTube menulis dalam sebuah email ke Newsweek.

Langkah ini merupakan perluasan dari kebijakan perusahaan yang ada terhadap konten berbahaya.

"Meskipun tampaknya tidak adil, kami melarang segala konten yang bermaksud untuk memicu kekerasan atau mendorong kegiatan berbahaya atau ilegal," bunyi halaman kebijakan YouTube.

Dijelaskan oleh Telegraph, platform media sosial mendapat sorotan ketat akhir-akhir ini karena dianggap memfasilitasi dan menjadi tuan rumah konten kekerasan.

Amazon, Facebook dan Google semuanya telah dikritik karena memiliki konten yang bisa menginspirasi dan membantu tindakan kekerasan.

YouTube dipaksa untuk meminta maaf awal tahun ini setelah memasangkan iklan pada konten-konten ilegal. Pascakejadian itu, pengiklan utama YouTube termasuk Marks & Spencer, McDonald dan L'Oreal langsung menghapus materi dari situs milik Google tersebut. (Newsweek/Telegraph)

Terpopuler

Terkini