Sabtu, 16 Desember 2017

Sebagian Besar Software Bajakan Terinfeksi Malware

Sebagian besar CD atau DVD software bajakan telah terinfeksi malware.

Suara.Com
Liberty Jemadu | Aditya Gema Pratomo
Ilustrasi Windows 10. [Shutterstock]
Ilustrasi Windows 10. [Shutterstock]

Suara.com - Hati-hati bagi Anda yang gemar menggunakan software bajakan. Selain melanggar hukum, software bajakan ternyata memiliki banyak ancaman untuk komputer Anda.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Teknik National University of Singapore (NUS), menjelaskan bahwa sebagian besar CD atau DVD software bajakan telah terinfeksi malware

Studi yang diprakarsai oleh Microsoft ini meneliti 458 sampel software bajakan yang diambil dari delapan negara di kawasan Asia Pasifk, termasuk Indonesia.

"Sebanyak 61 persen DVD dan CD bajakan yang diteliti terinfeksi walware. CD bajakan itu terdiri dari produk sofware bajakan 42 persen, sistem operasi ilegal 29 persen , dan game 19 persen," ujar Keshav S. Dhakad, Assistant General Counsel, Digital Crime Unit, Microsoft Asia di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Bahkan, ia mengatakan bahwa sofware antivirus dari CD bajakan juga sudah terkangkit malware tanpa diketahui pengguna.

Jika, produk-produk bajakan tersebut dipasang di komputer, ada beragam masalah yang akan ditimbulkan. Selain turunnya performa perangkat, data-data pengguna di komputer yang terjangkit malware dapat dengan mudah diakses peretas.

"Malware dapat membuat backdoor di komputer yang memudahkan pengguna untuk mengendalikan komputer korban," lanjutnya.

Untuk mencegah infeksi malware di komputer, Ia menyarankan pengguna untuk senantiasa menggunakan software asli. Selain itu, konsumen diharapkan membeli komputer dari sumber terpercaya.

"Tak lupa, jangan gunakan sistem operasi atau aplikasi yang sudah tidak dapat pembaruan. Terakhir, gunakan perangkat anti virus asli," tutupnya.

Terpopuler

Terkini