Sabtu, 16 Desember 2017

Pamer Teknologi di Lokasi Bencana, Bos Facebook Dikecam

Mark bersama Rachel hadir secara virtual di Puerto Rico dalam bentuk avatar.

Suara.Com
Liberty Jemadu | Aditya Gema Pratomo
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]

Suara.com - Pendiri sekaligus CEO Facebook mendapatkan kritik keras dari para warganet. Ia dianggap tidak menujukkan simpati pada korban Badai Maria di Puerto Rico.

Hal ini bermula saat dirinya mendemonstrasikan kemampuan teknologi virtual reality yang dinamakan Facebook Space bersama dengan Rachel Franklin, Head of Social VR Facebook. Dengan teknologi ini, pengguna dapat merasakan berada di tempat lain secara nyata.

Nah, Mark bersama Rachel hadir secara virtual di Puerto Rico dalam bentuk avatar. Menurutnya, hal ini ia lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan segala hal yang terjadi di dunia.

"Salah satu hal yang benar-benar ajaib tentang kenyataan maya, apakah Anda bisa merasakan bahwa Anda benar-benar berada di suatu tempat," jelas Mark.

Nah beberapa warganet yang melihat demo itu langsung bereaksi negatif. Seorang pengguna Facebook, Rosaida Castro, mengomentari video di halaman resmi Zuckerberg dan menyebutnya sebagai "jutawan tanpa perasaan".

Pengguna lain bernama Paul Rickett mengatakan Zuckerberg tidak menunjukkan rasa simpati yang mendalam kepada korban

"Ia malah berbicara soal fitur Facebook bukannya korban dan penderitaan mereka," ujarnya.

Melihat beberapa komentar negatif, Zuckerberg segera melayangkan permintaan maaf. Menurutnya, banyak yang tidak mengerti tujuan dari kegiatan demo VR yang ia lakukan.

Dalam permintaan maafnya, Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaanya menggunakan kecerdasan buatan dalam rangka memetakan penduduk di Puerto Rico untuk membantu Palang Merah mengidentifikasi daerah yang paling membutuhkan bantuan.

"Membaca beberapa komentar, saya sadar ini kurang jelas, dan saya minta maaf kepada siapapun yang merasa tersinggung," tutup ayah dua anak ini.

Terpopuler

Terkini