Senin, 24 September 2018

Hari Ini AS Luncurkan Satelit Pemburu Alien ke Antariksa

TESS, nama satelit itu, akan meneruskan peran Kepler untuk menemukan planet-planet yang berpotensi besar didiami alien.

Suara.Com
Liberty Jemadu
Ilustrasi TESS, sebuah satelit buatan NASA yang akan bertugas menemukan planet alien di alam semesta. [AFP/NASA]
Ilustrasi TESS, sebuah satelit buatan NASA yang akan bertugas menemukan planet alien di alam semesta. [AFP/NASA]

Suara.com - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Senin petang waktu AS (16/4/2018) akan meluncurkan sebuah satelit yang bertugas untuk mencari planet-planet baru di luar tata surya kita yang diduga memiliki kehidupan atau didiami alien.

Seperti diwartakan Reuters, wahana bernama Transit Exoplanet Survey Satellite (TESS) itu akan diterbangkan dari Pangkalan Udara Cape Canaveral Air Force Station, Florida sekitar pukul 6.32 petang.

Satelit itu akan dibopong ke luar angkasa oleh Falcon 9, sebuah roket milik perusahaan antariksa SpaceX.

TESS dirancang untuk meneruskan pekerjaan pendahulunya, teleskop antariksa Kepler yang legendaris. Kepler, yang telah menemukan sekitar 3.700 eksoplanet (planet di luar tata surya kita) selama 20 tahun beroperasi, akan segera kehabisan bahan bakar.

NASA berharap TESS akan bisa menemukan ribuan planet baru dan ratusan planet yang memiliki ukuran mirip Bumi, atau yang berukuran tak lebih dari dua kali Bumi.

Planet-planet dengan ukuran mirip Bumi itu diyakini juga memiliki permukaan batuan dan memiliki lautan. Dengan karakter-karakter seperti itu, planet-planet tersebut diduga kuat memiliki kehidupan.

Para astronom berharap TESS akan menemukan sekitar 100 atau lebih eksoplanet mirip Bumi untuk dipelajari lebih lanjut di Bumi.

TESS sendiri ukurannya tak lebih besar dari sebuah kulkas, yang memiliki dua bilah panel surya. Ia dibekali empat kamera khusus. TESS membutuhkan 60 hari sebelum tiba di lintasan orbitnya. Ia akan mengelilingi Bumi setiap dua setengah minggu sekali.

Sama seperti Kepler, TESS akan menggunakan metode "transit photometry" untuk menemukan planet baru. Dalam metode ini, TESS akan melacak pola kedipan-kedipan cahaya dari bintang-bintang di alam semesta. Cahaya bintang-bintang itu terlihat berkedip ketika dilewati oleh planet-planet di sekitarnya.

Tetapi berbeda dari Kepler, TESS hanya akan fokus pada 200.000 bintang yang telah dipilih oleh para ilmuwan sebelumnya. Bintang-bintang itu jaraknya relatif dekat dari Bumi dan karenanya cahanya lebih cemerlang.

TESS akan berkonsentrasi pada apa yang disebut red dwarfs atau bintang-bintang merah kerdil, yang ukurannya lebih kecil dan lebih dingin ketimbang bintang di tata surya kita, Matahari. Bintang merah kerdil juga lebih cenderung menginduki planet-planet mirip Bumi.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini