Disebut Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Kirim Puisi di Facebook

Prabowo menyebut Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang pada akhir pekan lalu.

Suara.Com
Liberty Jemadu
Disebut Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Kirim Puisi di Facebook
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungah sebuah puisi untuk menjawab tudingan sebagai menteri pencetak utang di akun Facebook-nya, Jumat (1/2). [Facebook/@smindrawati]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati rupanya tak diam saja setelah disindir sebagai menteri pencetak utang oleh Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 yang akan bertarung melawan calon petahana, Joko Widodo dalam pemilihan presiden (pilpres) April nanti.

Lewat media sosial Facebook, Jumat petang (1/2/2019) Sri Mulyani menjawab tudingan Prabowo lewat sebuah puisi berjudul "Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Uang".

Adapun Prabowo menyebut menteri keuangan sebagai menteri pencetak utang ketika berpidato dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019).

Diunggah sekitar pukul 19.00 WIB, puisi itu sudah dikomentari sebanyak 954 kali dan dibagikan lebih dari 1.900 kali di Facebook.

Dalam puisinya itu Sri Mulyani membeberkan prestasi yang telah dilakukan pemerintah, seperti soal pembangunan insfrastruktur, penyediaan subsidi, jaminan kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

"Bagaimana engkau?" tanya Sri Mulyani di akhir puisinya.

Berikut adalah puisi lengkap Sri Mulyani:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan
Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah,
untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik
untuk rakyat
untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup
10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan
15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin
untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan,
agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti, agar
472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar
di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.
Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga
peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan.
8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana
membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

Aku perempuan yang memenuhi panggilan ibu pertiwi
Aku perempuan, Aku tidak surut demi kecintaanku kepada negeri,
Untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia

Aku dan tujuh puluh enam ribu jajaran Kemenkeu, adalah KAMI.

KAMI TIDAK PERNAH LELAH MENCINTAI DAN MEMBANGUN INDONESIA.

Bagaimana engkau?

#KemenkeuProfesional

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini