Duh! Ada Aplikasi Kamera Kecantikan Menipu dan Kirimkan Anda Film Dewasa

Sebuah penelitian mengungkap beberapa aplikasi Kamera Kecantikan berbahaya.

Suara.Com
Dythia Novianty
Duh! Ada Aplikasi Kamera Kecantikan Menipu dan Kirimkan Anda Film Dewasa
Ilustrasi aplikasi Kamera Kecantikan (Beauty Cam). [Shutterstock]

Suara.com - Foto selfie semakin menjadi tren dan didukung dengan berbagai aplikasi pada ponsel pintar. Salah satu aplikasi andalan adalah Kamera Kecantikan, yang ternyata beberapa diantaranya berindikasi bahaya.

Tim peneliti keamanan di Trend Micro mengidentifikasi, aplikasi Kamera Kecantikan di Google Play Store mengatakan bahwa beberapa di antaranya telah diunduh jutaan kali. Selain mengirim penipuan (Scamm) ke ponsel dengan iklan, aplikasi juga akan mengirim film dewasa ke perangkat Anda.

"Aplikasi ini (Kamera Kecantikan) akan mengirimkan beberapa iklan layar penuh ketika pengguna membuka kunci perangkat mereka, termasuk iklan jahat (seperti konten penipuan dan pornografi) yang akan muncul melalui browser pengguna," tulis tim Trend Micro di blog keamanan mereka.

Mereka juga menemukan pemutar pornografi online berbayar (terdeteksi sebagai AndroidOS_PornPlayer.UHRXA) yang diunduh saat mengeklik pop up. TIdak hanya satu aplikasi Kamera Kecantikan, tapi aplikasi lain mengarahkan pengguna ke situs phishing yang mencoba mendapatkan data pribadi seperti alamat dan nomor telepon.

"Aplikasi ini (Kamera Kecantikan) tampaknya memungkinkan pengguna mempercantik gambar mereka dengan mengunggahnya ke server yang ditunjuk," tulis tim.

Alih-alih mendapatkan hasil akhir dengan foto yang diedit, pengguna mendapatkan gambar dengan prompt pembaruan palsu dalam sembilan bahasa berbeda. Para penulis mengumpulkan foto-foto yang diunggah di aplikasi Kamera Kecantikan dan mungkin menggunakannya untuk tujuan jahat, misalnya sebagai foto profil palsu di media sosial.

Meskipun begitu, tidak semua aplikasi Kamera Kecantikan berbahaya. Namun, selalu ada baiknya mewaspadai aplikasi dari pengembang yang tidak dikenal di Google Play Store dan App Store Apple. Trend Micro mengatakan bahwa ia telah menyampaikan temuannya ke Google dan telah menurunkan banyak aplikasi berbahaya itu dari toko online. [Metro]

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini