Meski Merugi, LG Kukuh Berjuang di Pasar Smartphone

Kabar kerugian yang melanda salah satu vendor smartphone LG telah terdengar selama beberapa kuartal terakhir.

Suara.Com
Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilustrasi smartphone LG. [Shutterstock]
Ilustrasi smartphone LG. [Shutterstock]

Suara.com - Kabar kerugian yang melanda salah satu vendor smartphone asal Korea Selatan, LG, telah terdengar selama beberapa kuartal terakhir. Namun, kerugian tersebut tak menghalangi LG untuk bertahan di pasar smartphone.

LG diketahui telah mengalami kerugian secara konsisten dalam industri smartphone dalam beberapa tahun. Menurut laporan keuangan terbaru, LG Mobile rupanya telah mengalami kerugian selama 15 kuartal berturut-turut. Kemunduran ini telah memaksa perusahaan untuk keluar dari pasar smartphone China.

Bahkan, pada akhir Januari 2019 terdengar kabar yang menyebutkan bahwa LG akan hengkang dari Filipina. Menurut laporan GSM Arena, kabar penutupan lini bisnis ponsel LG di Filipina berasal dari seorang sumber internal yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia mendapatkan informasi tersebut dari salah satu jajaran eksekutif LG.

Sayangnya, pihak LG belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor penutupan bisnis ponselnya di Filipina. Namun jika hal itu benar-benar terjadi, maka konsumen di negara tersebut hanya bisa membeli produknya melalui pihak ketiga dengan harga yang cenderung lebih mahal.

Qiao Yujin selaku CEO LG Electronics mengatakan bahwa meskipun divisi seluler LG mengalami kerugian, perusahaannya tidak akan menyerah. Yujin menjelaskan bahwa smartphone akan memainkan peran penting dalam ekosistem IoT LG sehingga perusahaan tetap berkomitmen untuk mempertahankannya.

"Portofolio bisnis LG meliputi mobil dan peralatan rumah tangga, yang keduanya terkait dengan smartphone, jadi kami belum mempertimbangkan untuk keluar dari bisnis smartphone," ucap Yujin, seperti yang dikutip dari Gizchina.

Yujin menambahkan bahwa LG Mobile berada di tahun kedua restrukturisasi bisnis smartphone. Restrukturisasi tersebut akan terus belanjut hingga tahun depan. Rencana tersebut dikabarkan tidak akan berimbas pada jumlah karyawan, namun LG diketahui memiliki strategi lain.

Kerugian LG sendiri pada tahun 2016 dikabarkan mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat, lalu setahun setelahnya perusahaan tersebut juga merugi sebesar 644 juta dolar Amerika Serikat. Sementara itu, pada tahun 2018 LG merugi secara konsisten hingga 440 juta dolar Amerika Serikat.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini