Mengenal Awan Lenticular di Puncak Gunung Lawu yang Mirip UFO

Ternyata Awan Lenticular ini berbahaya.

Suara.Com
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
Mengenal Awan Lenticular di Puncak Gunung Lawu yang Mirip UFO
Penampakan Awan lenticular di Dublin, Irlandia pada 30 Juni 2015. (Wikipedia Commons/ Omnisource5)

Suara.com - Warganet di media sosial sempat dikagetkan dengan kemunculan awan lenticular di puncak Gunung Lawu. Fenomena alam ini menampilkan sebuah awan yang berbentuk unik mirip UFO.

Namun ternyata, awan lenticular ini sangatlah berbahaya bagi penerbangan. Kenapa bisa begitu? Berikut ini penjelasan mengenai awan lenticular dari HiTekno.com.

Baca Juga : Mengerikan, Ini Penampakan Sambaran Kilat di Gunung Lawu

Kemunculan awan berwarna orange di langit biru ini pertama kali diunggah akun @ardiyan_abi pada Sabtu (9/3/2019) di media sosial Instagram.

Sekilas, awan orange ini mirip dengan UFO yang hendak mendarat tepat di puncak Gunung Lawu. Namun, ada juga yang menyebut jika penampakan awan tersebut serupa dengan gasing.

Dari kejauhan, awan berwarna orange ini terlihat membungkus puncak Gunung Lawu yang terdapat di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sempat buat heboh, hal ini lalu dikonfirmasi bahwa penampakan unik di puncak Gunung Lawu tersebut adalah awan lecticular yang merupakan salah satu fenomena alam.

Baca Juga : Selain Segitiga Bermuda, 3 Segitiga Ini Juga Terkenal Berbahaya

Awan lenticular pada umumnya berbentuk seperti piring raksasa dan sering berada dekat bukit dan pegunungan.

Awan Lenticular di Gunung Lawu. (instagram/ardiyan_abi)
Awan Lenticular di Gunung Lawu. (instagram/ardiyan_abi)

Mengenai terbentuknya, awan ini merupakan hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegunungan yang lalu menimbulkan sebuah pusaran.

Kemunculan awan lenticular ini disebut-sebut terjadi karena adanya aliran udara yang mengalir di atas gunung sedang stabil dan lembab.

Baca Juga : Hebat, Gambar 100 Tahun Lalu Mampu Meramal Teknologi Saat Ini

Saat aliran udara tersebut mengalir ke atas dan mendingin, kelembaban udara kemudian mengembun dan membentuk awan di puncak gelombang.

Partikel awan ini begitu padat karena adanya aliran udara lembab yang terus mengalir di sekitar awan. Kemunculannya biasanya akan bertahan hingga berhari-hari.

Walaupun terlihat sangat menakjubkan, awan lecticular ini rupanya sangat berbahaya untuk penerbangan, apalagi untuk pesawat bertenaga jet.

Penampakan Awan lenticular di Puncak Gunung Lawu. [Solopos].
Penampakan Awan lenticular di Puncak Gunung Lawu. [Solopos].

Hal ini karena gelombang udara di daerah tersebut sangat sulit terdeteksi dan mengakibatkan turbulensi atau guncangan yang parah pada sistem rotor pesawat.

Salah satu hal yang sering dikaitkan dengan kemunculan awan lecticular adalah kedatangan UFO. Pendapat ini bermula dari 200 kesaksian mengenai UFO yang muncul di daerah Gunung Rainer, Washington, Amerika Serikat pada 1896.

Baca Juga : Awan di Bumi Bisa Hilang dalam Satu Abad, Ini yang Terjadi

Banyak masyarakat yang lalu percaya akan hal tersebut, walaupun pada dasarnya hal itu hanya karena kondisi frekuensi udara yang tinggi akibat pengaruh topografi daerah tersebut.

Awan lenticular pada dasarnya hanya membawa udara, tidak ada badai atau bahkan hujan yang terdapat bersamanya.

Penampakan awan lenticular di Gunung Lawu ini memang adalah fenomena alam yang sering dan biasa terjadi, namun, tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, untuk dunia penerbangan, fenomena ini begitu ditakuti. (HiTekno.com)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini