Tak Boleh Akses Google Play Store, Huawei Dekati Toko Aplikasi Portugal

Aptoide tercatat punya lebih dari 900.000 aplikasi di app store mereka dengan jumlah pengguna yang mencapai 200 juta.

Suara.Com
Liberty Jemadu | Tivan Rahmat
Tak Boleh Akses Google Play Store, Huawei Dekati Toko Aplikasi Portugal
Model mencoba smartphone terbaru Mate 20 Series dari Huawei saat peluncuran perdana di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (19/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Google telah mengumumkan akan membatalkan sejumlah kerja sama yang berkaitan dengan peranti lunak serta keras dengan Huawei, dan ini berarti Huawei tak bisa mengakses sistem operasi Android, termasuk toko aplikasi Google Play Store.

Berusaha mengakali hal ini, Huawei disebut akan menciptakan toko aplikasi sendiri yang bernama App Gallery. Toko aplikasi ini sebelumnya toko aplikasi ini sudah tersedia di beberapa model ponsel Huawei dan Honor.

Namun, vendor berlogo kipas merah ini sepertinya masih memerlukan bantuan pihak ketiga untuk menambah katalog toko aplikasi miliknya. Sebagaimana diwartakan Phone Arena Jumat (24/5/2019), Huawei sedang melakukan pembicaraan dengan app store pihak ketiga Aptoide.

Aptoide sendiri berbasis di Portugal sehingga Huawei masih bisa leluasa untuk berbisnis dengan mereka.

Menanggapi hal ini, Executive Director Aptoide Paulo Trezentos mengatakan bahwa sebelumnya ia dan timnya sempat terlibat dalam beberapa pertemuan dengan Huawei.

Setelah kabar pembatasan akses Google untuk Huawei beredar, Aptoide pun langsung menghubungi Huawei kembali secara intensif untuk membicarakan kemungkinan menjalin kemitraan.

Di luar Huawei, Aptoide sebenarnya sudah bekerjasama dengan beberapa vendor ponsel, seperti Vivo, Oppo dan Xiaomi.

Hingga saat ini, Aptoide tercatat punya lebih dari 900.000 aplikasi di app store mereka dengan jumlah pengguna yang mencapai 200 juta. Banyaknya jumlah aplikasi dalam Aptoide tentu saja bisa mendongkrak katalog App Gallery yang masih kecil.

Namun, Aptoide bukan merupakan marketplace aplikasi yang resmi, sehingga aplikasi yang ada di dalam platform miliknya tidak diunggah oleh pengembangnya langsung, namun melibatkan pihak ketiga.

Dari semua kemungkinan yang ada, Trezentos mengatakan bahwa salah satu langkah yang bisa diambil Huawei adalah dengan pre-install aplikasi Aptoide di semua ponsel Huawei yang akan dirilis.

Dengan cara tersebut, Huawei bisa mengintegrasikan semua konten yang dimiliki Aptoide ke dalam katalog App Gallery.

Namun saat ditanya mengenai kemungkinan Aptoide untuk diakuisisi Huawei, Trezentos menegaskan bahwa perusahaannya tidak tertarik dengan hal tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini