Review: Lebih Dekat dengan Samsung Galaxy S10

Tim Suara.com diberikan kesempatan mengulik kecanggihan Galaxy S10 secara langsung.

Suara.Com
Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Review: Lebih Dekat dengan Samsung Galaxy S10
Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Suara.com - Samsung Electronics meluncurkan Galaxy S10 di Indonesia pada Maret lalu. Sebagai smartphone premium terbaru dari seri S, Galaxy S10 memiliki layar seluas 6,1 inci dengan teknologi Dynamic AMOLED dan resolusi 1440 x 3040 pixels.

Di Indonesia sendiri, Samsung Galaxy S10 hadir dalam dua pilihan warna yaitu Prism White dan Prism Black serta dibanderol dengan harga Rp 12,999 juta.

Tim Suara.com diberikan kesempatan mengulik kecanggihan Galaxy S10 secara langsung. Berbagai fitur pun turut diuji, berikut hasil kulikannya:

1. Desain

Samsung Galaxy S10 mempunyai layar Dynamic AMOLED sebesar 6,1 inci dan resolusi 1440 x 3040 piksel. Smartphone flagship ini hadir hampir bezel-less di bagian atas dan bawah perangkat. Hal tersebut dirancang untuk mencapai rasio layar 93,1 persen yang luas.

Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Layar Samsung Galaxy S10 memiliki tepi melengkung untuk visibilitas layar yang lebih baik dan memiliki dukungan HDR10+ untuk menghadirkan kontras dan warna yang superior.

Tak hanya itu, smartphone ini identik dengan desain layar Infinity-O yang ikonik di sisi kanan atas layar yang digunakan sebagai tempat kamera depan dan dilengkapi dengan pelindung Corning Gorilla Glass 6.

Tombol powernya berada di sisi kanan perangkat sementara di sisi kiri terdapat tombol volume up, dan down, serta tombol asisten suara Bixby yang terpisah. Sedangkan baki kartu SIM atau kartu memori terletak di bagian kiri atas.

Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Bobot Samsung Galaxy S10 sendiri tercatat 157 gram dengan dimensi 149,9 x 70,4 x 7,8 mm dan dibalut dengan bodi black glass (Gorilla Glass 5) dan alumunium frame. Jika tanpa casing silikon bawaan milik Samsung Galaxy S10, bodi perangkat cukup licin untuk dipegang. Namun, sangat nyaman digenggam karena ukurannya tidak terlalu besar dan ringan, bahkan untuk pengguna yang memiliki ukuran tangan mungil.

Sementara itu, pada bodi bagian belakang terdapat tiga lensa yang tersusun secara horizontal dan dilengkapi dengan sensor detak jantung di bagian ujung.

2. Performa

Samsung Galaxy S10 diotaki dengan prosesor Exynos 9820 dan telah menjalankan sistem operasi Android 9. Gawai ini memiliki RAM sebesar 8 GB dan penyimpanan sebesar 128 GB dengan dukungan memori eksternal hingga 512 GB.

Sayangnya, baterai Samsung Galaxy S10 hanya sebesar 3.400 mAh. Daya tahan baterai pun tidak sesuai harapan, mengingat ini merupakan smartphone flagship keluaran terbaru dari Samsung.

Perangkat lunak Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Perangkat lunak Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Setelah smartphone diisi baterai penuh 100 persen, baterai perangkat tersisa sekitar 10 persen keesokan harinya meskipun perangkat digunakan dengan pemakaian normal. Selain itu, meskipun telah dilengkapi dengan Fast Wireless Charging 15 W, pengisian daya pun terbilang cukup lambat. Baterai Samsung Galaxy S10 butuh waktu satu jam untuk mencapai 77 persen dan membutuhkan sekitar satu setengah jam untuk mencapai 100 persen.

3. Kamera

Samsung Galaxy S10 dibekali triple kamera dengan dual OIS, yang masing-masing memiliki resolusi 12 MP dengan bukaan f/2.4 untuk telephoto, 12 MP dengan bukaan f/1.5 / f/2.4 untuk wide-angle, dan 16 MP dengan bukaan f/2.2 untuk ultra wide.

Mode-mode yang bisa ditemukan dalam kamera Samsung Galaxy S10 antara lain, Makanan, Malam, Panorama, Pro, Fokus Live, Foto, Video, Gerakan Super Lambat, Gerak Lambat, dan Hyperlapse. Selain itu, kamera perangkat ini juga terintegrasi langsung dengan aplikasi Instagram sehingga pengguna bisa langsung mengunggah foto atau video ke Instagram Stories.

Mode Makanan sendiri tampaknya mode baru yang dihadirkan Samsung. Pengguna dapat menyesuaikan secara langsung tingkat bokeh dengan menarik sebuah bingkai dan warna dari hasil foto yang dibidik pun terlihat lebih natural.

Hasil foto Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Hasil foto Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Sementara itu, pada mode Fokus Live, pengguna juga dapat memilih satu di antara empat opsi bokeh yang akan dihasilkan foto.

Selain itu, saat pengambilan gambar pada objek yang bergerak cepat, hasil foto tidak blur dan tetap fokus.

Hasil foto Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Hasil foto Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Hal menarik lainnya dari kamera belakang Samsung Galaxy S10 adalah sistem dalam kamera bisa memberikan saran sudut terbaik sebelum pengguna mengambil gambar. Selain itu, jika kamera diarahkan ke objek tertentu maka secara otomatis lensa akan memindai objek tersebut dan akan ditampilkan tanpa membutuhkan bantuan Bixby untuk memindai objek.

Hasil foto Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Hasil foto Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Di sisi video, perangkat lunak Samsung tampaknya telah ditingkatkan untuk merekam dengan penawaran Digital Video Stabilization.

Sementara itu, kamera depan Samsung Galaxy S10 dibekali lensa beresolusi 16 MP dengan bukaan f/1.9.

4. Wireless PowerShare

Wireless PowerShare merupakan fitur baru yang dihadirkan dalam Samsung Galaxy S10. Fitur Wireless PowerShare yang dapat diaktifkan melalui shortcut UI home.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna berbagi daya baterai kepada sesama pengguna Samsung Galaxy S10, kepada perangkat Samsung yang telah dibekali fitur serupa seperti Galaxy Buds dan Galaxy Watch Active, hingga perangkat non-Samsung yang memiliki fitur serupa.

Tampilan muka Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Tampilan muka Samsung Galaxy S10. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Namun, fitur Wireless PowerShare tidak akan berfungsi ketika baterai smartphone di bawah 30 persen.

Selain itu, penempatan antara perangkat yang akan berbagi baterai harus sejajar lurus karena jika diletakkan dengan posisi yang miring sedikit, fitur tersebut tidak dapat bekerja.

Konektivitas dengan Samsung Galaxy Watch Active

Menggunakan bantuan aplikasi Galaxy Wearable (Samsung Gear), smartphone dapat terkoneksi secara langsung dengan perangkat Galaxy Watch Active. Galaxy Watch Active merupakan smartwatch terbaru dari Samsung yang dapat menunjang kebugaran penggunanya.

Konektivitas Samsung Galaxy S10 dengan Samsung Galaxy Watch Active. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]
Konektivitas Samsung Galaxy S10 dengan Samsung Galaxy Watch Active. [Suara.com/Lintang Siltya Utami]

Kedua perangkat dapat terhubung melalui Bluetooth dan pengguna dapat menggunakan Galaxy Watch Active tanpa harus membuka aplikasi dari smartphone.

Selain memiliki fitur pendeteksi detak jantung dan menghitung langkah kaki, Galaxy Watch Active juga memiliki fitur di mana pengguna dapat mengontrol tingkat stress harian. Perangkat akan memberi tahu pengguna tingkat atau level stress ketika menggunakan smartwatch tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini