Penelitian Ini Buktikan Wireless Charging Perpendek Umur Baterai Ponsel

Wireless charging dan suhu panas yang ditimbulkan membuat umur baterai ponsel semakin pendek.

Suara.Com
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
Penelitian Ini Buktikan Wireless Charging Perpendek Umur Baterai Ponsel
Ilustrasi wireless charging. [Shutterstock]

Suara.com - Makin banyak ponsel yang dilengkapi wireless charging yang memang memudahkan mengisi daya baterai. Tapi ternyata, ada dampak negatif dari teknologi ini pada baterai ponsel.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa fitur wireless charging dan suhu panas yang diberikan ternyata dapat memperpendek umur baterai ponsel.

Dalam rincian spesifikasi, pengguna dapat dengan mudah menemukan berapa kapasitas baterai ponsel.

Namun hal yang sulit diketahui adalah berapa maksimal umur baterai dan jumlah siklus pengisian daya yang dimilikinya.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal American Chemical Society (ACS) mengungkapkan bahwa fitur wireless charging dapat menciptakan sumber panas yang berbeda.

Baca Juga : 5 Ponsel Murah dengan NFC Terbaik Agustus 2019, Banyak yang Butuh

Sumber panas tersebut dapat mempengaruhi umur baterai atau memperpendek siklus maksimal pengisian daya pada ponsel.

Wireless Charging pada iPhone 8 Plus yang ditempatkan pada beberapa posisi, semakin panas maka umur baterai akan semakin menyusut. (Jurnal ACS)
Wireless Charging pada iPhone 8 Plus yang ditempatkan pada beberapa posisi, semakin panas maka umur baterai akan semakin menyusut. (Jurnal ACS)

Penelitian juga menekankan bahwa posisi wireless charging yang tidak benar menghasilkan panas berlebihan sehingga semakin memperpendek umur baterai ponsel.

Dikutip dari Phone Arena, penelitian di jurnal ACS menunjukkan bahwa untuk mendukung masa pakai baterai maksimum, maka suhu yang ada pada ponsel harus berkisar 15 derajat hingga 40 derajat Celcius.

Berbanding lurus, ketika suhu ponsel semakin panas, maka umur baterai juga semakin pendek.

Baca Juga : Apple Angkat Bicara Usai Dituduh Sengaja Buat Baterai di iPhone Cepat Rusak

Peneliti menggunakan 3 cara yaitu mengisi baterai ponsel menggunakan kabel, mengisi daya menggunakan wireless charging dengan posisi ponsel di tengah dan wireless charging dengan posisi ponsel agak menyamping.

Temperatur yang aman bagi baterai smartphone agar umur baterai maksimal. (Jurnal ACS)
Temperatur yang aman bagi baterai smartphone agar umur baterai maksimal. (Jurnal ACS)

Saat menggunakan kabel, suhu yang ada tidak melebihi 27 derajat Celcius.

Sementara saat melakukan wireless charging dengan posisi di tengah, ponsel terpapar oleh suhu puncak sebesar 30,5 derajat Celcius, kemudian mulai menurun selama paruh kedua sesi pengisian.

Pengisian daya menggunakan fitur wireless charging dengan posisi ponsel agak menyamping juga menghasilkan suhu puncak yang sama.

Baca Juga : 5 Ponsel Murah Ini Kuasai Pasar Asia Tenggara, Tak Ada yang Sangka

Namun suhu panas yang terpapar dalam pengisian ini justru menahan suhu puncak selama 70 menit lebih lama.

Suhu yang dihasilkan saat smartphone berada di tengah dan di samping perangkat wireless chager. (Jurnal ACS)
Suhu yang dihasilkan saat smartphone berada di tengah dan di samping perangkat wireless chager. (Jurnal ACS)

Kesimpulannya adalah ketika kamu menggunakan wireless charging, pastikan ponsel berada di tengah perangkat dan dalam keadaaan tidak beroperasi.

Ketika ponsel masih beroperasi dan bahkan peletakannya tidak sesuai, itu akan menimbulkan suhu panas yang berlebih.

Suhu panas itu membuat umur baterai ponsel menjadi lebih pendek.

Baca Juga : 10 Smartphone Murah dengan Baterai Jumbo Terbaik Agustus 2019, Anti Lowbat!

Atas penelitian ini, pengguna diharapkan lebih bijak dalam menggunakan fitur wireless charging agar umur baterai ponsel dapat lebih lama. (HiTekno.com).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini