Viral, Emas Ibu Tajir Melintir Ini Penuhi Leher, Tangan dan Jari

"Tak takut rampok."

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Ilustrasi perhiasan emas. [Shutterstock/Kondor83]
Ilustrasi perhiasan emas. [Shutterstock/Kondor83]

Suara.com - Sedang viral, ibu tajir melintir ini pakai emas dimana-mana, yang memenuhi leher, tangan dan jarinya. Saking banyaknya, warganet sampai bingung, apakah ibu ini tak takut rampok?

Berita ini saya lihat di akun @nyonya_gosip; Bu Haji yang lagi viral dengan perhiasannya, rumah megah, mobil mewah, haji berkali-kali, selalu eksis dimana-mana. Mantab abisss (emoticon tertawa terbahak-bahak) @pakde.brengos.

Dengan gamis merah, si ibu duduk sambil menatap kamera. Polesan riasannya cukup menor, menurut saya, ditambah puluhan untai kalung di lehernya.

Tak cuma puluhan untai, ada juga bandul di kalungnya yang mirip medali. Kemudian coba lihat jari dan tangannya.

Di sana Anda akan kagum dengan jejeran gelang maha berat jumlah gramnya, ditambah cincin yang berderet di sepanjang jarinya.

Benar-benar hebat ibu ini, tak takut rampok;

Ibu tajir memakai emas. (@nyonya_gosip/instagram)
Ibu tajir memakai emas. (@nyonya_gosip/instagram)

@kimiastuti08; Bu haji.itu pake mas..banyak pisan.gak berat apa..bu haji..ya....ampun..banyak banyak pisan...

@sisiliaputrianindarti; Mba kalo udah tajir melipir jangan kayak gini ya.. Minding bagi" ama aku biar ada temennya, @istiqomaaj @yenimarinda.

@irma4669; Bu Hajah ga takut di incer perampok ap ya...apa punya nyawa serep sampe pamer gituh ...nanti klau rumahy ke bobolan heboh tapi pamer.

@fahrizalaa; Emasnya ngeri berapa kg tuh yg dipake hahaha @idho_perdana.

@tjhajani_mua; Gimana mandi, itu ibu??? Apa ga berat leher dan sebagainya nya?? Aduh, macam maenan zaman sd, bongkar-pasang.

@april.khalil234; Seremm.

@ana.nuk; Serem banget.

@[email protected]; ngeri.

Pengirim: Odi Sukandar, karyawan swasta.

Yoursay adalah tulisan, foto atau video karya warganet. Isi tanggungjawab penulis.

Kirim karya anda ke email [email protected]

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini