Dilematik Ibu dan Anak Digital

Pornografi berdampak pada perkembangan otak anak.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Dilematik Ibu dan Anak Digital
Ilustrasi anak-anak dan telepon pintar (Shutterstock).

Suara.com - Fenomena anak melek gadget adalah hal umum yang terjadi saat ini. Mengapa orangtua, termasuk ibu, mau memberikan gadget kepada anak dan mengapa gadget bisa merayu anak sampai kecanduan?

Diena, Founder Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa), mengatakan, saat ini gadget menjadi babysitter untuk anak. Hal ini membuat ibu-ibu muda yang memiliki anak di bawah 10 tahun merasa tenang, karena anak akan lebih anteng.

Ini merupakan awal musibah bagi anak. Mom, gadget memang menarik dan mengasyikan untuk dimainkan, tapi apakah banyak manfaatnya bagi anak?

Penting bagi ibu untuk mendampingi anak saat menggunakan gawai. Menurut Yayasan Sejiwa, ini batasan usia yang harus Anda ketahui sebagai orangtua:
1. Usia 0 - 1,5 tahun
Tidak boleh menggunakan gawai.

2. Usia 2 – 5 tahun, maksimal 1 jam
Anak sudah boleh diperkenalkan gawai dengan konten yang berkualitas dan orangtua merupakan pihak yang memegang dan menyimpannya.

3. Usia 6 – 12 tahun, maksimal 2 jam
Belum boleh memiliki dan masih didampingi orangtua.

4. Usia 13 – 15 tahun, maksimal 3 jam
Orangtua baru boleh mempercayai anak memegang gawai.

5. Usia 16 – 18 tahun, penggunaan maksimal 4 jam.

Orangtua harus mengerti, saat menggunakan gadget harus ada screen break yaitu, waktu untuk mengistirahat diri dari gadget.

Selanjutnya chevron_right

Yoursay adalah tulisan, foto atau video karya warganet. Isi tanggungjawab penulis.

Kirim karya anda ke email [email protected]

Komentar

Baca Juga

Terpopuler

Terkini