Ayo, Rasa Empati harus Trendi Lagi!

Total pengguna kereta api Jabodetabek 2018, mencapai angka 195 juta orang.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Ayo, Rasa Empati harus Trendi Lagi!
Ilustrasi empati. (Dok : Vericka Puspita)

Ada satu tweet yang viral di Twitter yang dibuat oleh akun bernama @loonaolibia pada  September lalu mengenai pengalaman seseorang yang melihat segerombolan anak sekolah yang berisik dan duduk di kursi prioritas. Anak-anak sekolah tersebut dengan sengaja, tanpa rasa malu melebar-lebarkan duduknya agar orang lain tidak dapat menduduki kursi tersebut, padahal ada seorang lanjut usia yang berdiri yang seharusnya bisa menempati tempat duduk prioritas dan lebih berhak dari pada anak-anak sekolahan itu.

Berdasarkan survei dan wawancara yang telah saya lakukan ke beberapa pengguna kereta berusia 19 - 25 tahun mengenai penggunaan kursi prioritas di kereta api, banyak dari mereka yang tidak peduli dan tidak mau mengalah adalah para anak muda. Para narasumber yang hampir setiap hari menggunakan kereta untuk ke kampus atau tempat kerja selalu melihat kejadian seperti anak-anak muda yang pura-pura tidur, atau bahkan mereka yang sibuk dengan gadget mereka sendiri, sehingga para pengguna kereta yang diprioritaskan untuk duduk tidak mendapatkan hak mereka yang sebenarnya harus didapatkan.

Kemudian dari media online lainnya, seorang petugas kereta api ketika diwawancarai mengaku, masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh PT KAI. Malah pernah terjadi keributan mengenai mereka yang merebutkan kursi prioritas, dengan seorang penumpang yang egois yang tidak mau mengalah kepada mereka yang memiliki hak untuk duduk. Walaupun sudah diteriaki oleh petugas, terkadang masih saja belum ada yang bergerak untuk berdiri.

Kursi prioritas seringkali disalahgunakan, yang menurut Pak Danang, kesalahan  terletak pada degradasi moral dan empati masyarakat. Pembinaan sikap moral dan mental menjadi penting terhadap krisis empati yang sedang dialami masyarakat.

“Apalagi jumlah penumpang lebih besar dari kapasitas tempat duduknya, terutama pada jam sibuk. Etika menggunakan transportasi umum, apapun, berikan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan,” katanya.

Selanjutnya chevron_right

Yoursay adalah tulisan, foto atau video karya warganet. Isi tanggungjawab penulis.

Kirim karya anda ke email yoursay@suara.com

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini