Ilustrasi Reog Ponorogo. (Dok : Istimewa)

“Indonesia!” seru Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, di depan monumen bersejarah De Dam, Kota Amsterdam, Belanda.

Teriakan tersebut disambut dengan lantang oleh massa yang berteriak, “Indonesia!”

Kedatangan Dubes Puja, Minggu, 8 September 2019, di depan monumen De Dam bukan untuk melakukan aksi demonstrasi, namun untuk mempromosikan Reog Ponorogo, salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Sebelum tiba di lapangan De Dam, seluruh rombongan Reog Ponorogo melakukan parade dekat Stasiun Amsterdam Centraal melalui kawasan Damrak, dan menuju ke Lapangan De Dam. Selama parade berlangsung, tabuhan kempul yang diiringi dengan alat musik kenong angklung, kendang, dan tiupan sompret, menarik perhatian para turis di sepanjang Damrak.

Orang yang berlalu-lalang menyempatkan diri berhenti sejenak dan mengabadikan seniman reog yang sedang beraksi. Di tengah perjalanan, rombongan berhenti sejenak di depan sebuah hotel yang terletak di antara kafe dan restoran.

Penari bujang ganom mulai beraksi, dengan diiringi alunan musik reog. Para pengunjung yang tadinya duduk di dalam, beranjak dari kursi menuju ke luar. Suara riuh yang tercipta mengusik rasa ingin tahu para tamu yang berada di dalam hotel. Mereka beramai-ramai mengambil foto dari atas balkon.

Sesampainya di Lapangan De Dam, kerumunan turis tanpa komando datang mengerumuni seniman. Dubes, yang didampingi Bupati Ponorogo, bertanya dengan lantang ke kerumunan massa, “Apakah anda tahu Indonesia?”

Kemudian ia memperkenalkan kesenian Reog yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Dalam orasinya, ia menyampaikan rasa bangganya sebagai orang Indonesia, sebuah negara dengan keanekaragaman etnis, bahasa dan budaya, serta memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan.

Aksi para pemain reog yang terdiri dari penari lelaki “warok” dengan kostum hitam, dilanjutkan dengan delapan penari Jathilan berparas cantik jelita, dalam balutan baju kesatria berwarna putih, kyang diikuti tarian dari Bujang Ganom yang mengundang tawa.

Aksi ditutup dengan aksi heroik Kelana Sewandana melawan 2 barongan. Reog Ponorogo di Amsterdam merupakan kerja sama apik antara KBRI Den Haag dan Kabupaten Ponorogo.

KBRI Den Haag terus berupaya untuk mempromosikan budaya Indonesia ke lingkup yang lebih luas, tidak hanya untuk orang Belanda namun ke publik dunia. Amsterdam, sebagai ibu kota Belanda, setiap tahunnya dikunjungi lebih dari lima juta turis, yang 81,6 persen berasal dari seluruh penjuru dunia.

Sebelum tampil di Amsterdam, Reog Ponorogo telah tampil selama dua hari berturut-turut, yaitu 6 - 7 September 2019 dan berhasil mengguncang Kota Den Haag dalam perhelatan internasional Embassy Festival, yang diikuti oleh 67 negara. Pada 7 September 2019, Reog Ponorogo juga telah melaksanakan parade di kota tersebut.