Drone [shutterstock]

Di zaman modern ini, berbagai macam teknologi telah dikembangkan untuk membantu kebutuhan maupun pekerjaan manusia. Dengan teknologi, kinerja yang dihasilkan akan lebih efisien jika dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, dalam hal tertentu.

Misalnya, alat yang digunakan dalam membangun sebuah jembatan. Jika hanya dengan tenaga manusia, tidak akan mampu mengangkat besi yang beratnya hingga 1 ton lebih, maka dari itu, peran teknologi di sini sangat dibutuhkan.

Tidak sampai di situ, teknologi lainnya masih sangat banyak. Contohnya di Jepang,  sebuah toilet pintar, dimana toilet tersebut tidak hanya untuk buang air saja, namun terdapat beberapa fitur seperti air hangat, dingin, tekanan air yang dikeluarkan, yang terintegrasi pada sebuah chip mikrokontroler.

Di India. Telah mengembangkan sebuah teknologi pada robot yang mampu memantau, mengkontrol dan menyiram tanaman secara massal, tanpa menggunakan tenaga manusia, melainkan dengan tenaga yang sudah terintegrasi dengan internet. Fasilitas ini mampu melihat notifikasi berupa ph tanah, keadaan suhu sekitar, tingkat kesuburan tanaman. Itu semua sudah terintegrasi dalam sebuah web.

Di Indonesia, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian agraris, dimana bertani atau bercocok tanam adalah bentuk pekerjaannya. Namun sayang sekali, sebagian besar petani Indonesia masih menggunakan cara tradisional dalam mengolah pertanian.

Dalam menyiram pestisida pada tanaman, pada lahan seluas 5 hektare lebih, sangat kurang efisien jika dilakukan dengan tenaga manusia.

Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan alat yang mampu mengerjakannya lebih cepat dan lebih efisien dalam menyiram tanaman, yaitu dengan drone penyiram tanaman.

Drone tersebut nantinya akan dikendalikan dengan menggunakan remote control, dengan memanfaatkan gelombang radio dalam memberikan sinyal jarak jauh pada drone tersebut.

Drone akan memiliki tangki yang mampu menampung air ataupun pestisida seberat 10 liter lebih, dan dapat menjangkau lahan pertanian hingga 10 hektare dalam kisaran waktu kurang dari 1 jam.

Kesimpulan dari permasalahan tersebut adalah teknologi mampu memberikan efisiensi waktu dan dapat terkontrol dengan baik dalam menyelesaikan permasalahan manusia dalam mengerjakan suatu tugas tertentu.

Penulis : Ahmad Jauhar Novian dan Ridwan Siskandar